Aku punya selembar kertas putih,yg dulu smpt di remek-remek sm seseorg, bahkan smpe ada bagian yg sobek. Wkt itu aku sedih bgt. Aku berusaha menyambung sobekan kertas itu, dan berhasil. Cuma yg namanya kertas sobek dan lecek itu kan jelek bgt.
Sampe akhirnya, Tuhan mengirim seorang malaikat yg membawa tinta berwarna banyak sekali. Malaikat itu dgn baiknya, mau menggoreskan tinta-tinta berwarnanya di kertas ku yg udah kumel tadi. Dia melukis banyak, interferensi wrn dr hasil karyanya amat sangat indah. Aku tersenyum bahagia krn akhirnya, kertas kumelku td skrg udh tertutupi dgn indahnya karya goresan tangan malaikat tadi. Sempat berharap, malaikat itu mau untuk trs bertahan dan menggoreskan tinta-tinta berwarnanya td. Tapi sepertinya, malaikat itu sudah bosan, dan iapun pergi. Kutatapi lg kertas kumelku yg sudah indah ini. Aku sempat ingin memberinya figura, dan lalu kupajang. Tapi, teman-temanku berkata: buat apa lukisan di kertas kumel itu dipajang, cari aja kertas lain yg baru, trs dilukis lg. Niatku untuk mau mempertahankan lukisan malaikat itu pun mulai goyah. Sampai ada satu teman dekatku, yg dtg. Dia tdk membawa kertas baru, tapi dia membawa sebuah pensil. Diapun melukis di kertas kumelku ini. Tapi, tetap saja, goresan sebuah tinta berwrna dgn sebuah pensil, jauh lbh indah dgn tinta berwarna. Goresan dr pensil itu bisa dihapus. Lain dgn tinta berwarna milik malaikat td. Aku pernah mencoba menghapusnya, dan ingin kulukis dgn yg baru. Tapi ttp saja, bekas tinta berwrna itu gag bakal bisa ilang, tetap membekas, krn tintanya udh menyerap di kertas kumelku td.
Dan akhirnya skrg, goresan malaikat td masih tetap ada, meskipun beberapa sudah kuhapus. Tapi 1 hal yg pasti, goresan itu gag akan pernah hilang, dan kertas tadi yg aku ibaratkan sebagai hati dan perasaanku, sampe kapanpun akan tetap kumel, lecek, tp ttp mempunyai bekas-bekas goresan indah dr seorg malaikat :')
NB: gag cuma goresan tangannya aja yg indah, tp suaranya juga :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar