Awal ceritanya kayak sinetron - sinetron lainnya yang diawali dgn pengusaha kaya yg bangkrut dan keluarga yg broken home. Tapi dari situ, aku jadi belajar banyak gimana caranya supaya kita tetap fight terhadap hidup yg penuh sekat", pengkotak-kotakan, arti pengorbanan, dan tentang gimana caranya melewati hidup di saat kita sendiri gag sanggup menghadapi diri kita sendiri.
Ceritanya baguuus, di saat seorg gadis manis yg pinter ngomong harus berhadapan dgn penyakit jantung. Yang aku salut adalah dia seorg cwek yg tegar, kuat, gag manja, dan gag mau dikasihani, jarang ada cewek kayak gitu. Sampai akhirnya, Tuhan mengutus seorg malaikat untuk menemaninya menghadapi kematian, kematian yg dimatanya seperti tikungan jalan, kita gag pernah tau seperti apa yg namanya mati. Awalnya malaikat itu adlh sosok yg sinickle, penuh amarah, gag peduli sm kluarga, gag peduli sm cewek, smpai dia kenal seorg Mura yg benar-benar merubahnya menjadi sosok seorg malaikat.
Cerita yg mengajarkan tentang cinta, bhawa cinta itu bukan masalah untuk saling memiliki, tapi berani untuk pergi atau ditinggal pergi. Cerita yang mengajarkan tentang, embun itu gag perlu warna untuk membuat daun bisa jatuh cinta, sama kayak aku, aku gag punya alasan untuk gag jatuh cinta dgn seseorg yg udah buat hidupku lbh berwarna.
Sepanjang aku nonton film ini, pikiran, rasa, dan perhatianku cuma terarah ke dia, dia, dia, malaikat tanpa sayap di hidupku, yg aku kenal sejak 12 Februari 2012.
Karena film ini, semalam aku berdoa, curhat sama Tuhan tentang malaikat ini sampai air mataku jatuh lumayan banyak, hahha cengeng. Karena film ini juga, aku merasa lebih utuh, lebih utuh krn aku bisa mengenalnya. Hanya sekedar mengenal dan melihatnya dari jauh, cukup sudah kebahagiaanku. Melihatnya tertawa dan berbahagia, menjadi kebahagiaanku yg sempurna. Gag akan pernah nyesel kenal dgn sosok malaikat spt dia. Terima kasih Tuhan, terima kasih...
Lelahmu jadi lelahku jugaBahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar